Sistem budidaya padi organik saat ini sudah diterapkan di beberapa tempat di Indonesia, diantaranya menggunakan metoda System of Rice Intensification (SRI).  Beras merupakan komoditas yang strategis, karena menjadi makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia yang jumlahnya lebih dari 250 juta jiwa. Sementara itu ketersediaan lahan per kapita atau land-man ratio Indonesia sekitar 362 m2 per kapita, angka yang sangat rendah untuk ukuran negara argaris.  Land man ratio menjadi kriteria penting dalam mengukur tingkat ketahanan pangan baik tingkat rumah tangga maupun nasional.  Konversi dan fragmentasi lahan sawah menyebabkan land man ratio setiap tahunnya cenderung semakin rendah.  Berkurangnya luasan lahan subur menyebabkan harus ada upaya untuk mengelola lahan-lahan suboptimal menjadi lahan produktif.

Kabupaten Kubu Raya yang resmi berdiri Agustus 2007 yang merupakan kabupaten pemakaran baru dari Kabupaten Pontianak tentunya pada tahap awal perkembangannya banyak mengalami kendala dalam pembangunan .Di kabupaten ini sektor pertanian (termasuk kehutanan dan perikanan) masih menjadi sektor utama penopang perekonomian, terbukti kontribusinya terhadap PDRB Kabupaten Kubu Raya cukup significant dengan nilai tertinggi yaitu 12,72 %. Salah satu Kecamatan yang potensial untuk pengembangan pertanian adalah Kecamatan Sungai Kakap.

Pemanfaatan lahan suboptimal  (antara lain tanah sulfat masam, dan lahan pasang surut) di Sungai Kakap dilakukan secara intensif.  Komoditas yang banyak diusahakan petani adalah tanaman padi sekitar 17.598 ha (terluas dibandingkan kecamatan lainnya), selain itu diusahakan pula tanaman tahunan (kelapa, kopi) dan tanaman hortikultura (kacang panjang, mentimun, dan lain-lain).  Komoditas-komoditas tersebut merupakan sumber pendapatan penting bagi penduduk.  Potensi dan peluang pasar yang cukup besar merupakan tantangan bagi masyarakat untuk mengembangkan pertanian maupun perkebunannya agar menjadi sistem usahatani yang berwawasan agribisnis. Secara administrasi kabupaten Kubu Raya memiliki luas 6.985, 24 km2 yang  yang berbatasan langsung dengan Kota Pontianak dan Kabupaten Pontianak, sehingga kondisi geografisnya sangat strategis karena berdekatan dengan pusat perdagangan yang memiliki akses transfortasi yang baik.

Pemanfaatan lahan pertanian secara terus-menerus memerlukan langkah-langkah berupa pemupukan dan ameliorasi untuk mencapai terbentuknya lahan budidaya yang mantap dan usaha tani yang berkelanjutan. Disamping itu akibat panen banyak hara yang hilang, baik terangkut melalui hasil panen maupun limbah pertanian (biomassa). Oleh sebab itu perlu tambahan bahan sebagai pemasok hara dan sekaligus dapat mempertahankan kelestarian/keberlanjutan lahan.

Oleh sebab itu perlu upaya peningkatan kesadaran masyarakat dan petani akan pentingnya penggunaan limbah pertanian untuk mendukung kegiatan budidaya untuk melestrikan lahan dan lingkungan dengan mengurangi penggunaan pupuk organik.

Terkait dengan ini, Tim PPM IbM Universitas Panca Bhakti tahun 2017 telah melakukan pembimbingan, penyuluhan, pendampingan dan pembuatan demplot budidaya padi organik melalui pemanfaatan limbah pertanian dan ternak yang di sekitar lokasi yaitu di Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap yang diketuai oleh  Ir. Edy Syafril Hayat, MP dan anggota Naiyun Untung Utama SE., MM.  Kegiatan dilakukan dengan melibatkan dua kelompok tani yaitu Kelompok Tani Bangka Hulu yang diketuai oleh Bapak M. Saidi (Desa Sungai Rengas) dan Kelompok Karya Tani yang diketuai Ibu Nuraini (Desa Pal IX).

Kegiatan dilakukan melalui tahapan sebagai berikut : Tahap pertama adalah penyuluhan kepada petani mitra tentang pembuatan kompos dengan pemanfaatan sekam padi, pupuk kandang sapi, dedak, dan dekomposer Trichoderma sp. Dilakukan juga penyuluhan pembuatan pertisida nabati dari bahan yang tersedia lokal seperti : daun sirsak, cabe merah, dan tembakau; serta pembuatan pupuk organik cair atau MOL dari bahan buah maja, keong mas,  dan air beras.

Tahap kedua adalah budidaya tanaman padi organik dengan menggunakan kompos yang telah dibuat, tanpa menggunakan pupuk anorganik (urea, TSP, dan KCl). Demplot dibuat dilahan petani atas nama Bapak Zainuddin.  Kegiatan juga melibatkan salah satu alumni sabagai nara sumber yaitu Bapak Sukarman, SP dan dampingi oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL) Desa Sungai Rengas yaitu Ibu Indrawati, SP., kegiatan juga melibatkan mahasiswa Fakultas Pertanian UPB

Melalui kegiatan PPM ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pemanfaatan limbah pertanian untuk memulai mengembangkan padi organik yang lebih sehat dan ramah lingkungan, serta pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

1. Demonstrasi pembuatan kompos 2. Demonstrasi pembuatan pupuk cair
   
 3. Tim Pelaksana PPM dengan latar belakang tanaman padi siap panen  4. Panen padi organik

 

(Visited 126 times, 1 visits today)